JAKARTA, Pilarrakyatindonesia.news – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah pengusaha nasional yang masih menyimpan modal dan hasil usahanya di luar negeri. Padahal, pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan, mulai dari konsesi hingga akses pembiayaan melalui perbankan milik negara.

Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui kanal YouTube Sekretariat Negara, Rabu (29/4), Prabowo menilai tindakan tersebut tidak sejalan dengan semangat membangun ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa fasilitas yang diberikan pemerintah seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian dalam negeri, bukan justru mengalirkan keuntungan ke luar Indonesia.

“Kami sudah beri berbagai kemudahan, mulai dari konsesi tambang, perkebunan, hingga kredit dari bank pemerintah. Namun setelah berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia,” ujar Prabowo.

Kepala negara menegaskan tidak akan membiarkan praktik pengalihan kekayaan ke luar negeri terus berlangsung. Menurutnya, seluruh potensi sumber daya alam dan kekuatan ekonomi nasional harus dikelola dan dinikmati oleh bangsa sendiri.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar memiliki komitmen kebangsaan yang kuat serta tidak menjadikan Indonesia sekadar tempat mencari keuntungan semata. Prabowo menekankan bahwa pemerintah menginginkan kekayaan nasional tetap berada di dalam negeri demi kesejahteraan rakyat.

“Bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain. Kita ingin kekayaan Indonesia berada di tangan bangsa sendiri dan dinikmati rakyat Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan tidak akan memberi ruang bagi pihak-pihak yang tidak memiliki semangat patriotisme dalam lingkaran pemerintahannya, terutama jika mereka lebih mengutamakan kepentingan asing dibandingkan kepentingan nasional.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional serta memastikan hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.